Postingan

Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran dan Pengembangan Diri

Dalam perkembangan hidup kita saat ini, semakin berkembang pula teknologi. Dengan bantuan teknologi, banyak hal yang bisa kita lakukan dengan mudah, salah satunya untuk membantu dunia pendidikan. Teknologi akan sangat membantu, jika kita menguasai penggunaan TIK tersebut. Dalam dunia pendidikan, sebelum mengenalkan kepada siswa mengenai penerapan TIK, tentu pendidik harus memiliki kompetensi TIK. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007, kompetensi TIK bagi guru sekurang-kurangnya mempunyai dua fungsi, yaitu TIK sebagai pengembangan diri dan TIK sebagai penunjang proses pembelajaran (Niarsa, 2013). Artinya, kompetensi guru dalam bidang TIK yang dimaksud adalah kemampuan guru dalam hal menguasai dan mengembangkan pembelajaran dengan menggunakan perangkat TIK. TIK dalam pembelajaran dikenal dengan teknologi pendidikan, UNESCO secara resmi menggunakan istilah ICT yang kemudian diadopsi kedalam bahasa Indonesia menjadi teknologi informasi dan komunikasi atau ...

Pembelajaran yang Mendidik & Tindakan Reflektif untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Menjadi Guru yang Reflektif Tidak jarang kita menjumpai disekitar kita guru dengan pengalaman mengajar lebih dari 25 tahun. Tidak diragukan lagi pengalaman yang diperolehnya sangat banyak. Apalagi jika mereka selalu mengupdate pengetahuan dengan berbagai cara seperti membaca buku-buku terbaru tentang pengajaran dan pendidikan, mengikuti seminar/koferensi baik tingkat nasional maupun internasional, mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi (misal, S2 dan S3), bahkan seritifikat pendidikpun sudah diperolehnya sebagai salah satu indikator keprofesionalannya.  Jika mengacu pada apa yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa received knowledge dan experential knowledge sudah dimiliki, mungkin saja kita akan mencapai kondisi tersebut, atau sebagaian dari kita sudah melampaui pengalaman mengajar selama itu. Atau mungkin di antara kita baru saja menapak peran sebagai tenaga pendidik atau guru. Berapapun lama kita mengajar pernahkah kita secara jujur mengajukan berbagai pertanyaan kepada ...

Guru Professional Sebagai Komunikator dan Fasilitator

    Guru Professional sebagai Komunikator Komunikasi dalam bahasa Inggris adalah communication , berasal dari kata commonicatio atau dari kata comunis yang berarti “sama” atau “sama maknanya”. Komunikasi berarti penyampaian informasi, gagasan, pikiran, perasaan, keahlian dari komunikator kepada komunikan untuk mempengaruhi pikiran komunikan dan mendapatkan tanggapan balik sebagai feedback bagi komunikator. Sehingga komunikator dapat mengukur berhasil atau tidaknya pesan yang di sampaikan kepada komunikan. Dilihat dari peran guru di dalam kelas, mereka berperan sebagai seorang komunikator, mengkomunikasikan materi pelajaran dalam bentuk verbal dan non-verbal. Pesan dalam bentuk verbal tersebut dirancang untuk disajikan dalam beberapa kali pertemuan, dan diterapkan sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, media, dan dalam alokasi waktu yang sesuai dengan beban dan muatan materi. Guru sebagai komunikator dituntut mempunyai keterampilan berkomunikasi yang b...

Pengembangan Sikap Profesional

  Menurut para ahli, profesionalisme menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannya. Maister (1997) mengemukakan bahwa profesionalisme bukan sekadar pengetahuan teknologi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap, pengembangan profesionalisme lebih dari seorang teknisi bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memiliki suatu tingkah laku yang dipersyaratkan. Oleh karena itu, upaya-upaya untuk terus mengembangkan profesi pendidik (guru) menjadi suatu syarat mutlak bagi kemajuan suatu bangsa. Hal ini dikarenakan dengan kualitas yang baik oleh pendidik itu sendiri akan mendorong kualitas pendidikan yang baik pula, baik dari proses maupun hasil atau output pendidikan yang diharapkan. Dengan kata lain, pendidik merupakan unsur unsur dominan dalam suatu proses pendidikan, sehingga kualitas pendidikan banyak ditentukan oleh kualitas pendidik dalam menjalankan peran dan tugasnya di masyarakat. 1.     ...