Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran dan Pengembangan Diri

Dalam perkembangan hidup kita saat ini, semakin berkembang pula teknologi. Dengan bantuan teknologi, banyak hal yang bisa kita lakukan dengan mudah, salah satunya untuk membantu dunia pendidikan. Teknologi akan sangat membantu, jika kita menguasai penggunaan TIK tersebut. Dalam dunia pendidikan, sebelum mengenalkan kepada siswa mengenai penerapan TIK, tentu pendidik harus memiliki kompetensi TIK.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007, kompetensi TIK bagi guru sekurang-kurangnya mempunyai dua fungsi, yaitu TIK sebagai pengembangan diri dan TIK sebagai penunjang proses pembelajaran (Niarsa, 2013). Artinya, kompetensi guru dalam bidang TIK yang dimaksud adalah kemampuan guru dalam hal menguasai dan mengembangkan pembelajaran dengan menggunakan perangkat TIK.

TIK dalam pembelajaran dikenal dengan teknologi pendidikan, UNESCO secara resmi menggunakan istilah ICT yang kemudian diadopsi kedalam bahasa Indonesia menjadi teknologi informasi dan komunikasi atau TIK (Surjono, 2010). Menurut Haag dan Keen (1996), teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Martin (1999) mengatakan bahwa teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras, perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi. Turban et al., (2002) mendefinisikan teknologi informasi sebagai cara untuk mendeskripsikan sejumlah sistem informasi, pengguna, dan manajemen untuk kepentingan organisasi. Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (Williams dan Sawyer 2003). 

Perubahan dalam pola pembelajaran amat sangat dibutuhkan untuk melakukan pembaharuan dalam sebuah sistem pembelajaran konvensional yang dinilai sudah usang dan tidak relevan dengan dinamika perkembangan zaman yang berkembang semakin cepat dan intensif yang dipicu oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran berperan sebagai penghubung dalam pelaksanaan transfer ilmu pengetahuan tanpa sama sekali menghilangkan model awal pembelajaran yang berlangsung secara tatap muka di dalam kelas. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran dilakukan dalam rangka meningkatkan efektifitas dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta mutu individu para peserta didik dalam hal penggunaan teknologi secara lebih tepat dan bermanfaat.

Munadi (2013) mengklasifikasikan pemanfaatan komputer dalam pembelajaran ke dalam berapa bentuk termasuk pemanfaatan multimedia presentasi, kemudian berkaitan dengan pemanfaatan internet dalam pembelajaran yang mana termasuk di dalamnya pemanfaatan e-mail dan website. Serta pemanfaatan jejaring sosial dalam sistem pembelajaran. Pemanfaatan multimedia berbasiskan presentasi telah memberikan pengaruh yang sangat besar, diharapkan dengan menggunakan media pembelajaran utamanya presentasi dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Peggunaan multimedia presentasi dalam pembelajaran bertujuan untuk mengakomodir secara keseluruhan pemanfaatan indra serta didik baik bersifat audio, visual, maupun audio visual (Rusman, 2011; Munadi, 2013; Rusman,dkk 2012).

Artinya, melalui pemanfaatan media maka diharapkan potensi penggunaan indra peserta didik dapat terakomodir secara maksimal sehingga kadar hasil belajar peserta didik akan meningkat. Salah satu aspek media yang diunggulkan mampu untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah media yang bersifat gabungan dari unsur media seperti teks, gambar, serta animasi, dan multimedia presentasi dapat mengakomodir kesemua unsur tersebut.

Sementara itu, kehadiran internet sebagai media pengajaran dapat memberikan karakteristik kekhasan tersendiri seperti apa yang disampaikan oleh Purnomo (2008) yaitu: 1) sebagai media interpersonal dan massa; 2) bersifat interaktif; 3) memungkinkan komunikasi secara langsung maupun tidak langsung. Karakteristik internet memungkinkan peserta didik melakukan komunikasi dengan berbagai sumber ilmu secara lebih luas jika dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional di dalam kelas.

Pemanfaatan internet dapat dijadikan sebagai sebuah sistem untuk mewujudkan situasi belajar yang lebih efektif serta efisien, sehingga guru dapat lebih mengoptimalkan jam pembelajaran tatap muka di kelas ke arah hal yang lebih bermanfaat tidak hanya sebatas pada pemaparan materi yang mana seharusnya hal tersebut bisa dibuat dalam bentuk tulisan sederhana dan dibagikan melalui website, blog atau e-mail kepada para siswaPara guru diharapkan dapat memanfaatkan internet sebagai suatu strategi sistem pembelajaran baru, tidak hanya dijadikan sebagai sumber belajar dengan hanya melakukan browsing untuk mencari dukungan materi yang akan diajarkan saja. Sebagai seorang tenaga pendidik seharusnya jeli untuk melihat perkembangan yang ada, Dengan memanfaatkan jejaring sosial untuk berinteraksi secara lebih personal dengan para siswa, hal ini memungkinkan guru dapat menjadi pengarah sekaligus pengawas yang baik bagi para siswa baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Patria & Kristianus (2010) dalam sebuah artikel menyampaikan begitu banyak fitur yang ditawarkan oleh jejaring sosial yang dapat digunakan oleh para user untuk memudahkan proses interaksi antara sesama pengguna. Berbagai fitur yang ditawarkan oleh jejaring sosial yang jika ditelaah lebih jauh dapat pula digunakan sebagai media pembelajaran guna mendukung efektivitas serta efisiensi dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

Contoh jejaring sosial yang umum digunakan saat ini adalah whatsapp, guru dapat membuat sebuah grup. Dalam grup tersebut beranggotakan siswa atau kelas dari mata pelajaran yang diampu. Dalam grup guru bisa membagikan bahan ajar dengan cara mengunggah file bahan ajar yang dimaksud seperti pdf, word, maupun power point atau file lainnya. Dengan begitu siswa bisa mengunduh file materi dimanapun dan kapanpun ketika dibutuhkan. Berkaitan dengan komunikasi, dengan memanfaatkan fasilitas grup yang ada siswa juga bisa bertanya secara langsung kepada guru tentang materi yang belum dimengerti, begitu pula dengan peserta grup lainnya juga bisa menyimak pertanyaan tersebut secara interaktif. Hal tersebut sama seperti ketika guru sedang berada di dalam kelas. 

Berkenaan dengan profesionalisme guru, berdasarkan PP No.74 tahun 2008 tentang guru, maka ada empat kompetensi yang harus dikuasai yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Kompetensi profesional dapat diartikan sebagai kemampuan guru untuk menguasai serta memanfaat-kan berbagai sumber daya untuk mendukung pembelajaran, termasuk kemampuan untuk menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi informasi dan komunikasi sesuai dengan perkembangan zaman. 

Teknologi informasi dan komunikasi memberikan peluang baru yang sangat luas sehingga kreativitas seorang guru menjadi sangat penting dalam memanfaatkan berbagai peluang baru yang disediakan oleh teknologi, tanpa adanya kreatifitas dari seorang guru teknologi secanggih apapun tidak akan memberikan dampak yang optimal. 

Secanggih apapun teknologi yang digunakan dalam mendukung proses pembelajaran, seorang guru tetap memegang peran sentral sebagai pengembang konten dan tutor pembelajaran. Peran seorang guru tidak dapat tergantikan sehingga kreatifitas seorang guru mutlak diperlukan dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Diperlukan pemahaman yang lebih dari seorang guru atau tenaga pendidik untuk memanfaatkan berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh teknologi dimasa sekarang agar dapat dimanfaatkan dengan optimal sehingga proses transfer materi dapat berjalan dengan menarik dan menyenangkan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan fokus serta semangat siswa dalam pembelajaran.


Sekian

DAFTAR PUSTAKA

Husain, C. (2014). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran di SMA Muhammadiyah Tarakan. Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, 2(1): 185-187.

Sumiarsi, N. (2015). Analisis Pedagogik dan Pengembangan Pembelajaran Guru SD Negeri 041 Tarakan. Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, 3(1): 102.

Tekege, M. (2017). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pemebelajaran SMA YPPGI NABIRE. Jurnal FATEKSA: Jurnal Teknologi dan Rekayasa, 2(1): 43-44.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian dan Syarat-syarat Profesi Keguruan